<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Sekolah Al-Zahra di Vila Dago</title>
	<link>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/</link>
	<description>Weblog about Vila Dago Pamulang Community</description>
	<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 21:52:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Sudi H Adiarto</title>
		<link>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-128</link>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 14:17:55 +0100</pubDate>
		<guid>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-128</guid>
					<description>KAMPUNG WISATA PANCAWATI

Kampung Wisata Pancawati yang terletak di Ciherang satim Desa Pancawati Kec : Caringin Kab : Bogor ini membuka kesempatan kepada wisatawan yang ingin berwisata dalam suasana pedesaan, khususnya kepada siswa sekolah, melalui program yang diberi nama “Tour Poelang Kampung”.

Di sana Anda akan diajari berbagai ketrampilan khas warga desa seperti membungkus nasi timbel, membuat wayang dari daun singkong, belajar tari jaipong, bermain gamelan, atau membuat kue.

Tak hanya itu, yang paling mengasyikkan adalah jalan-jalan keliling kampung dan sekaligus “praktek” menjadi warga desa, seperti belajar bermain angklung &amp;amp; menyanyi lagu Sunda, belajar menanam, menggarap atau memanen padi. Ada lagi yang tak kalah serunya adalah memandikan kerbau, bermain ala permainan anak desa dan berkreasi dengan huruf dan warna di atas Caping (topi petani).

Selama satu jam, rombongan akan diajak berkeliling kampung dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan mereka diperkenalkan dengan berbagai tanaman yang selama ini mungkin hanya mereka kenal namanya saja seperti tanaman kopi, kacang panjang, timun, melinjo, atau bengkuang. Setelah puas berkeliling, rombongan diajak bersantai untuk tea break dengan berkunjung ke rumah warga, dan di sana mereka dijamu dengan minuman teh dan gorengan seperti singkong goreng, pisang goreng atau ubi.

Nah, bagi Anda yang bermi-nat mengikuti program ini, bisa membawa rombongan minimal 40 orang (Termasuk : Bus Ac + Snack,Makan siang,Snack 3x,Sertifikat )
Untuk reservasi hubungi Telp. 0251-8240133/ 0817153534. (Sudi H Adiarto)
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>KAMPUNG WISATA PANCAWATI</p>
	<p>Kampung Wisata Pancawati yang terletak di Ciherang satim Desa Pancawati Kec : Caringin Kab : Bogor ini membuka kesempatan kepada wisatawan yang ingin berwisata dalam suasana pedesaan, khususnya kepada siswa sekolah, melalui program yang diberi nama “Tour Poelang Kampung”.</p>
	<p>Di sana Anda akan diajari berbagai ketrampilan khas warga desa seperti membungkus nasi timbel, membuat wayang dari daun singkong, belajar tari jaipong, bermain gamelan, atau membuat kue.</p>
	<p>Tak hanya itu, yang paling mengasyikkan adalah jalan-jalan keliling kampung dan sekaligus “praktek” menjadi warga desa, seperti belajar bermain angklung &amp; menyanyi lagu Sunda, belajar menanam, menggarap atau memanen padi. Ada lagi yang tak kalah serunya adalah memandikan kerbau, bermain ala permainan anak desa dan berkreasi dengan huruf dan warna di atas Caping (topi petani).</p>
	<p>Selama satu jam, rombongan akan diajak berkeliling kampung dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan mereka diperkenalkan dengan berbagai tanaman yang selama ini mungkin hanya mereka kenal namanya saja seperti tanaman kopi, kacang panjang, timun, melinjo, atau bengkuang. Setelah puas berkeliling, rombongan diajak bersantai untuk tea break dengan berkunjung ke rumah warga, dan di sana mereka dijamu dengan minuman teh dan gorengan seperti singkong goreng, pisang goreng atau ubi.</p>
	<p>Nah, bagi Anda yang bermi-nat mengikuti program ini, bisa membawa rombongan minimal 40 orang (Termasuk : Bus Ac + Snack,Makan siang,Snack 3x,Sertifikat )<br />
Untuk reservasi hubungi Telp. 0251-8240133/ 0817153534. (Sudi H Adiarto)
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Al Mukmin</title>
		<link>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-126</link>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 15:50:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-126</guid>
					<description>Hareee gini, masih mikir gitu.....capeee deh....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Hareee gini, masih mikir gitu&#8230;..capeee deh&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Muhammad Afif</title>
		<link>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-110</link>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 01:18:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-110</guid>
					<description>Semoga begitu adanya Mr Topklin, tapi saya pernah titip pesen lewat anak saya yg SD dan SMP utk disampaikan ke guru / kepseknya, jawabnya gak tau atau kayaknya gak mau bahas, itu bukan urusan guru tapi yayasan. Ini sungguh mengkhatirkan, sepertinya ada keengganan / ketakutan bagi para guru utk menyampaikan sesuatu ke yayasan tempat mereka mengais Rezeki, ada sesuatu yang saya belum tahu kenapa sampai terbentuk culture seperti ini. yg saya khawatirkan adalah dampaknya bagi anak didik !!! mereka itu ada yang tidak benar dan sudah disampaikan tapi tidak direspons dengan semestinnya oleh pihak sekolah....Masya Allah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Semoga begitu adanya Mr Topklin, tapi saya pernah titip pesen lewat anak saya yg SD dan SMP utk disampaikan ke guru / kepseknya, jawabnya gak tau atau kayaknya gak mau bahas, itu bukan urusan guru tapi yayasan. Ini sungguh mengkhatirkan, sepertinya ada keengganan / ketakutan bagi para guru utk menyampaikan sesuatu ke yayasan tempat mereka mengais Rezeki, ada sesuatu yang saya belum tahu kenapa sampai terbentuk culture seperti ini. yg saya khawatirkan adalah dampaknya bagi anak didik !!! mereka itu ada yang tidak benar dan sudah disampaikan tapi tidak direspons dengan semestinnya oleh pihak sekolah&#8230;.Masya Allah&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Topklin</title>
		<link>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-106</link>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 03:32:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-106</guid>
					<description>Mungkin harus diberikan masukan mengenai pembuatan patung-patung tersebut..., siapa tahu mereka cuma khilaf ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mungkin harus diberikan masukan mengenai pembuatan patung-patung tersebut&#8230;, siapa tahu mereka cuma khilaf &#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Muhammad Afif</title>
		<link>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-105</link>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 05:23:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://viladago.blogsome.com/2008/10/28/sekolah-al-zahra-di-vila-dago/#comment-105</guid>
					<description>Assalamualaium, saya sendiri menyekolahkan tiga anak saya di Alzahra semua mengingat back ground pendidikan keislamannya, tapi belakangan ini saya mulai khawatir dengan sekolah ini, termasuk diantaranya pembuatan patung-patung, padahal Al-Quran jelas-jelas melarang. mudah-mudahan ada yang mengomentari dari pihak Al-Zahra (Azzahra)- salam [afif]</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualaium, saya sendiri menyekolahkan tiga anak saya di Alzahra semua mengingat back ground pendidikan keislamannya, tapi belakangan ini saya mulai khawatir dengan sekolah ini, termasuk diantaranya pembuatan patung-patung, padahal Al-Quran jelas-jelas melarang. mudah-mudahan ada yang mengomentari dari pihak Al-Zahra (Azzahra)- salam [afif]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
